
Nyoman Erawan: Sinkretisme Tradisi Bali dan Dialektika Seni Multidisipliner
Epistemologi Estetika Nyoman Erawan
Nyoman Erawan berdiri sebagai salah satu pilar paling krusial dalam evolusi seni rupa kontemporer Indonesia. Kiprahnya bukan sekadar perpanjangan dari tradisi lukis Bali yang dekoratif, melainkan sebuah dekonstruksi radikal terhadap bagaimana spiritualitas, materialitas, dan ruang berinteraksi. Dalam praktik artistiknya, Erawan tidak memandang tradisi sebagai fosil yang harus dilestarikan dalam ruang hampa, melainkan sebagai organisme hidup yang terus berdialog dengan kegelisahan modernitas.
Secara epistemologis, karya-karya Erawan berakar pada pemahaman mendalam tentang Tri Hita Karana dan kosmologi Hindu Bali. Namun, alih-alih merepresentasikan simbol-simbol tersebut secara literal, ia melakukan abstraksi yang intens. Ia mentransformasi elemen-elemen ritual—seperti abu sisa pembakaran, bambu, kain poleng, hingga tekstur tanah—menjadi bahasa visual universal yang mampu menembus batas-batas etnografis.
Baca Selengkapnya














